Sejarah pariwisata bali yang harus anda ketahui

By | 18 Juni 2016

sejarah wisata bali untuk honeymoon

Bila pada jaman Romawi orang lakukan perjalanan wisata lantaran keperluan praktis, idaman menginginkan tahu serta dorongan keagamaan, jadi pada jaman Hindu di Nusantara/Indonesia terutama di Pulau dewata sudah berlangsung juga perjalanan wisata lantaran dorongan keagamaan.

Perjalanan Rsi Markandiya sekitaran era 8 dari Jawa ke Pulau dewata, sudah lakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian juga Empu Kuturan yang meningkatkan rencana Tri Sakti di Pulau dewata datang sekitaran era 11 lalu Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada era ke 16 datang ke Pulau dewata sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada rencana Upacara.

Perjalanan wisata internasional di Pulau dewata sudah diawali pada permulaan era 20 di mana terlebih dulu kalau Pulau dewata diketahui oleh orang Belanda th. 1579 yakni oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya melingkari dunia untuk mencari rempah-rempah lantas hingga di Indonesia.

Tempat ini sering dimasukan oleh penyedia paket wisata bali sebagai bagian dari paket honeymoon bali. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mencobanya

Dari Pulau Jawa misi itu berlayar menuju ke Timur serta dari terlalu jauh terlihatlah satu pulau yang merimbun. Disangkanya pulau itu membuahkan rempah-rempah. Sesudah mereka mendarat, mereka tak temukan rempah-rempah.

Cuma satu kehidupan dengan kebudayaannya yang menurut pandangan mereka begitu unik, tak pernah didapati ditempat lain yang dikunjungi sepanjang mereka melingkari dunia, alamnya begitu indah serta memiliki magnet/daya tarik sendiri. Pulau ini oleh penduduknya diberi nama Pulau dewata. Berikut yang mereka laporkan pada Raja Belanda pada saat itu.

Lalu pada th. 1920 awalilah wisatawan dari Eropa datang ke Pulau dewata. Hal semacam ini berlangsung karena dari kapal-kapal dagang Belanda yakni KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia serta supaya kapal-kapal itu memperoleh penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lantas mereka mengenalkan Pulau dewata di Eropa sebagai (the Island of God).

Dari beberapa wisatawan Eropa yang berkunjung ke Pulau dewata ada juga beberapa seniman, baik seniman sastra, seniman lukis ataupun seniman tari. Dalam kunjungan selanjutnya banyak beberapa seniman itu yang menulis mengenai Pulau dewata seperti :

Seniman Sastra

Dr Gregor Krause yaitu orang Jerman yang di kirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Pulau dewata pada th. 1921 yang ditugaskan untuk bikin tulisan-tulisan serta bebrapa photo tentang tata kehidupan orang-orang Pulau dewata. Bukunya sudah menebar ke semua Dunia pada th. 1920 yang berkaitan tinggal di Bangli.
Miguel Covarrubias dengan bukunya the Island of Pulau dewata th. 1930

Magaret Mead
Collin Mc Phee
Jone Bello
Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise
Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Pulau dewata menetap di Pulau dewata th. 1928
Lovis Conperus (1863-1923) dengan bukunya Easwords (Melawat ke Timur) memberikan pujian pada mengenai Pulau dewata terlebih Kintamani.
Seniman Lukis

R. Bonet membangun museum Ratna Warta
Walter Spies berbarengan Tjokorde membangun yayasan Pita Maha. Selain di kenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance serta Drama in Pulau dewata. Pertama kalinya ke Pulau dewata th. 1925.
Arie Smith yang membuat aliran young artist
Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Pulau dewata tinggal di Sanur th. 1930 dengan Museum Le Mayeur di Pulau dewata 5. Mario Blanco orang Spanyol juga seseorang pelukis beristrikan orang Pulau dewata serta menetap di Ubud.
Serta banyak lagi seniman baik asing ataupun Nusantara selain menetap, mengambil object baik lukisan ataupun tulisan tentang Pulau dewata. Serta tulisan-tulisan tentang Pulau dewata mulai th. 1920 telah menebar keseluruh Eropa serta Amerika.

Beberapa Wisatawan asing yang telah pernah ke Pulau dewata lantas bercerita pengalaman kunjungannya sepanjang di Pulau dewata pada beberapa rekannya. Penyebaran info tentang Pulau dewata baik lantaran tulisan-tulisan mengenai Pulau dewata ataupun narasi dari mulut ke mulut mengakibatkan Pulau dewata di kenal di luar negeri. Bahkan juga hingga sekarang ini nama Pulau dewata masihlah lebih di kenal umum dibanding dengan nama Indonesia di mancanegara.

Untuk menghadapi hal itu jadi penyebaran info tentang daerah maksud wisata (DTW). Pulau dewata senantiasa memprioritaskan nama Indonesia, baik itu penyebaran info lewat brosur-brosur ataupun pada pameran-pameran yang diselenggarakan di negara asing. Hingga dengan hal tersebut diinginkan nama Indonesia lebih di kenal serta dipahami kalau Pulau dewata yaitu satu diantara provinsi yang ada di Indonesia serta adalah sisi dari Indonesia, bukanlah demikian sebaliknya.

Untuk menyimpan kehadiran wisatawan asing ke Pulau dewata jadi pada th. 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Pulau dewata yakni Pulau dewata Hotel yang terdapat di jantung kota Denpasar, selain itu ada juga satu pesanggrahan yang terdapat di lokasi wisata Kintamani.

Pesanggrahan begitu strategis agar bisa lihat panorama alam Kintamani yang unik serta memiliki daya tarik sendiri di mata wisatawan, bahkan juga pesanggrahan itu begitu strategis untuk melihat waktu Gunung Batur meletus ataupun keluarkan asap.

Menurut keyakinan orang-orang setempat, waktu Gunung Batur meletus banyak roh-roh halus menebar di sekitaran Kintamani, karenanya orang-orang setempat bikin upacara supaya ketentraman Desa terpelihara.

Ketika Gunung Batur meletus pada tahun1994 waktu lalu lokasi Kintamani semakin banyak dikunjungi wisatawan yang menginginkan melihat atraksi aktivitas Gunung Batur. Serta orang-orang setempat juga kebagian rejeki dari kunjungan itu.

Nama Pulau dewata semakin populer sesudah pada th. 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa serta Amerika atas prakarsa beberapa orang asing serta pada th. selanjutnya semakin banyak saja seni tari Pulau dewata yang di ajak melanglang buana ke mancanegara. Sepanjang pementasan senantiasa pertunjukan itu memperoleh pujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *